Iklan Billboard 970x250

Semenjak Kau Hadir - Song Story

Semenjak Kau Hadir - Song Story

Sebelumnya aku pernah merasakan sebuah cinta yang luar biasa. Kisah ceritaku pun berlangsung cukup lama. Namun suatu ketika cerita tersebut terhenti karena salah satu pihak ingin mengakhirinya. Penyebabnya, orang ketiga masuk kedalam ceritaku dan menghancurkan semuanya.

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melupakan akhir ceritaku itu. Mencari rutinitas baru dan berharap bisa cepat melupakan itu semua. Namun ya begitulah, masih saja terngiang-ngiang di benakku. Walaupun sudah aku maafkan, ikhlaskan dan merelakan, namun tetap saja tidak bisa aku lupakan. Huft…

Sering aku membayangkan sosok penggantinya yang tentunya lebih baik. Menemani menulis cerita baru dan mengukir kenangan indah bersama. Aku tak membayangkan bagaimana bentuk fisiknya dan siapa orang yang aku inginkan, karena aku memang tidak sedang membayangkan orang yang telah aku ketahui. Aku hanya membayangkan sifat yang dimilikinya nanti sesuai dengan apa yang aku inginkan seperti humoris, mandiri, dan sederhana. Namun aku tidak menuntut harus sama persis, toh lambat laun nanti aku bisa mengajarinya. Tapi yang jelas aku tidak akan memaksanya, ya semoga saja sih dianya juga mau dan suka melakukannya.
Hingga suatu ketika di dalam bus, disaat dalam perjalanan pulang liburan SMA dari Jogja aku mengenal seseorang lewat dunia maya. Aku mengenalnya melalui aplikasi Blackberry Messenger atau biasa disebut BBM.

Bagaimana aku bisa memiliki pin BBM dia? Jadi gini, saat itu aku memiliki sebuah onlineshop. Banyak kontakku yang mengirimkan (broadcast/BC) banyak pin BBM teman-teman mereka yang menggunakan aplikasi tersebut. Karena aku memiliki olshop, otomatis semua pin yang masuk aku invite satu per satu berharap suatu hari ada transaksi baru yang masuk hehehe.

Setelah beberapa menit, banyak yang mengkonfirmasi permintaan pertemananku. Hingga akhirnya aku melihat foto profil di salah satu kontak pin BBM seorang gadis yang baru saja aku invite. Sekejap saja aku merasa terpesona melihatnya. Ku pandangi terus fotonya sambil senyum-senyum sendiri di dalam bus. Beberapa menit kemudian aku beranikan diri untuk mengirimkan pesan kepadanya “Hi kamu!” ketikku. Sudah 10 menit berlalu tidak ada respon darinya, aku mulai merasa gelisah dan ragu apakah dia akan membalas pesanku hingga akhirnya aku pun tertidur di perjalanan.

Entah berapa lama aku tertidur, tiba-tiba saja aku terbangun mendengar bunyi notifikasi dan merasakan getaran derttt derttt dari handphoneku. Bergegas langsung aku cek dan betapa senangnya aku saat itu. Dia yang ku kirimkan pesan membalasnya dengan lucu “Hi juga kamu!” jawabnya. Dari sinilah aku dan dia memulai sebuah obrolan panjang berjam-jam sampai berhari-hari hingga akhirnya pun suatu hari di Kotaku kita berdua bertemu untuk pertama kalinya di sebuah cafĂ©.

Setelah pertemuan tersebut, selanjutnya kita jadi sering bertemu. Waktu itu aku masih belum menjemputnya dirumahnya, kita ketemuannya cukup unik sih. Dia menitipkan motornya di parkiran rumah sakit dan aku menjemputnya disana. Sebenarnya lebih simple menentukan tempat bertemu, kemudian langsung menuju kesana. Tapi mau gimana lagi, pas aku iseng nanya “besok aku boncengin boleh gak?”, eh dianya senyum sambil ngangguk aja, kan jadi tambah indah suasananya hihihi.

Seiring berjalannya waktu, aku merasa dia memiliki sifat lucu, enak diajak ngobrol, dan beberapa hal lain seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Hingga akhirnya setelah hampir 1 bulan kita saling mengenal dan berbagi cerita, aku memberanikan diri mengungkapkan kalau aku menyimpan rasa padanya yaitu cinta.

Hahaha betapa konyol dan nekatnya aku saat ingin mengungkapkannya, karena waktu itu sudah hampir jam 9 malam dan situasi yang sangat tidak ada romantis-romantisnya dengan lantang dan deg-degan aku mengungkapkannya saat ku bonceng dia di atas motorku menuju rumah sakit untuk mengambil motornya yang sudah terbiasa dititipkan disana hahaha.

Kata pertama yang aku dengar membuatku deg-degan. “Hmm… hmm…” suara lirih darinya. Padahal saat itu belum muncul Nissa Sabyan udah main hmm… hmm… aja. Dan ketika hampir sampai rumah sakit, si dia berbisik lirih namun aku suruh bilang agak kerasan dikit soalnya ada helm halangin kuping. Tapi si dia malah diem lagi hadeh…

Sesampainya di rumah sakit, setelah dia turun dari motor kemudian naik diatas trotoar dengan lembut dan halus dia bilang “Kamu beneran?”, “Iya” jawabku singkat, “Hmm… iya aku mau” jawabnya lirih. Namun suaranya terdengar sampai hati yang membuatku seketika bahagia dipinggir jalan di depan pintu keluar rumah sakit. Si dia pun senyum-senyum sendiri kemudian mengambil motornya. Pas mau otw pulang dianya gak mau ditemenin, mungkin masih malu pikirku. Tapi ya sudahlah, walaupun sebenarnya aku was-was karena sudah agak malam.

Sesampainya dirumah, kita memulai chatting lagi dengan rasa malu tapi begitu membahagiakan hehehe. Akhirnya aku menemukan seorang pendamping yang sebelumnya selalu aku bayangkan tanpa tahu siapa orangnya. Semenjak dia hadir semuanya terasa begitu berbeda, hidupku yang awalnya biasa menjadi lebih berwarna dan hari-hariku yang sebelumnya membosankan dan penuh derita menjadi lebih ceria. Semoga kisah ceritaku yang baru ini berlangsung penuh kebahagiaan untuk selama-lamanya.

Buat kamu yang aku maksud, jaga slalu hatimu ya! Jangan nakal! Aku pasti juga lakuin hal yang sama kok. I love you…

-Peyi-



Lagu dari Song Story - Semenjak Kau Hadir sudah dirilis lho gezzz! Dengerin yuk! Cekidot!

SHARE
feryefend
Tampan dan Sederhana

Postingan gak penting lainnya...

Posting Komentar