Hi Aku - Song Story

#1 [Song Story]

Hi Aku!

Album Hi!


"Hi... aku yang dulu!
Apa kabarmu? :)"

- feryefend


Informasi


Prolog

Malam semakin larut, dan di antara sunyi yang merambat, aku menutup mataku, membayangkan diriku yang dulu. Anak kecil dengan senyum manis dan harapan besar, begitu polos menghadapi dunia yang saat itu terasa penuh kemungkinan.

Tapi kini, di balik deretan cerita jatuh bangun yang kujalani, aku mengerti—hidup bukan tentang apa yang sempurna, tapi tentang bagaimana kita bertahan, meski senyum terkadang tak lagi seindah dulu. Dalam tiap lelah dan resah, aku belajar untuk terus maju, menarik napas panjang, dan mempercayai bahwa di ujung perjalanan ini, akan ada keindahan yang menanti.


- Bagian 1

Pertemuan dengan Kenangan


Senja datang perlahan, mulai menyelimuti kamar kecilku dengan cahaya jingganya yang lembut, memantul di dinding yang terpancarkan melalui lubang atap di lantai 2 yang belum selesai di renovasi.

Aku beranjak dari kasurku dan menuju ke lantai atas. Di hadapanku, sebuah album foto usang dan berdebu tergeletak, seakan-akan memanggilku untuk membukanya.

Hi Aku! - feryefend


Awalnya aku abaikan. Tetapi setelah berjalan beberapa langkah, aku kembali ke hadapan album foto itu. Walau tangan ini ragu untuk menyentuhnya, akhirnya bergerak mengikuti pikiranku yang penasaran, apa yang ada di dalam album kenangan itu.

Perlahan ku buka album foto itu, berisi foto lama keluarga yang diambil di masa lalu. Perlahan ku balikan beberapa halaman, hingga ku temukan foto diriku yang masih kecil.

"Hi aku!" bisikku lirih pada diriku sendiri yang muncul di salah satu foto. Di situ aku terlihat masih sangat polos dan lugu. Yang menarik, di beberapa foto aku selalu tersenyum lepas tanpa beban, hal yang sudah sangat jarang ku lakukan di masa sekarang.

Semua diriku di album itu terlihat begitu manis dan lucu. Perlahan aku menatap lebih dalam ke senyumanku di foto itu, seketika aku merenung dan bertanya dalam hati, "Apakah aku bisa tersenyum lepas seperti dulu lagi?" entah mengapa hal seperti itu terasa sangat jauh dari hidupku sekarang.

Ketika waktu perlahan terus berlalu, aku pun mulai menyadari betapa berubahnya diriku. Dulu, aku mengira semuanya akan berjalan dengan indah sesuai rencana. Tetapi, ternyata kenyataan punya cara tersendiri untuk membuat sesorang menjadi dewasa.

Dalam perjalanan dari kecil hingga dewasa, ingatanku begitu penuh dengan berbagai cerita dan juga berbagai luka. Dan kini, aku hanya bisa mengingat masa-masa silam itu dengan sedikit getir, saat harapan belum sepenuhnya pudar begitu saja.

Aku pun juga menyadari satu hal. Senyuman yang dulu kupancarkan tampak begitu manis dan begitu lucu. Namun sekarang, senyum itu tampak sangat kaku, seakan ditarik paksa oleh kehidupan yang diselimuti beban. Bahkan senyum yang dulu penuh dengan kehangatan, kini terasa asing bagi diriku sendiri. Aneh!

Ketika sampai di ujung halaman album itu, aku tak bisa menahan diri lagi. Air mataku jatuh beberapa tetes tepat di fotoku yang tersenyum penuh kebahagiaan dan penuh harapan. Sebuah kerinduan yang dalam tiba-tiba muncul, kerinduan pada diriku sendiri yang dulu.


#1 White T-shirt

Rp --

#1 Black T-Shirt

Rp --

#1 Hoodie

Rp --

#1 Album Fisik - Hi!

Rp --

- Bagian 2

Jalan yang Tak Direncanakan


Hari berganti. Namun, di pagi hari yang baru saja menjelang, langkahku terasa begitu berat. Di setiap tarikan napas, aku merasa seperti ada beban yang tak terlihat, tetapi terasa nyata.

Aku mulai berangkat keliling kota, melakukan rutinitasku yang baru, jualan es kopyor yang ku titipkan ke toko dan warung yang ada kulkas showcasenya. Hal ini mampu memicuku untuk lebih banyak melakukan gerakan disaat hampa selalu menyelimutiku.

Hi Aku! - feryefend

Di perjalanan, lalu lintas terlihat cukup sibuk tetapi tidak sampai menimbulkan kemacetan. Banyak kendaraan berseliweran, orang-orang yang berjalan cepat, dan terkadang tiba-tiba aku berhenti di pinggir jalan termenung terdiam di keramaian, melamun di atas motorku. Sering aku merasa kosong, di tengah segala hiruk pikuk itu. Sering.

"Hi aku!" kembali aku berbisik sambil tersenyum kepada bayanganku di trotoar, yang mengiringi setiap langkahku. Dulu aku sempat berpikir, jika menjadi dewasa kelak, berarti bisa bebas, bisa pergi ke mana saja, bahkan hidup semaunya. Dulu ku benar-benar berpikir seperti itu. Bodoh!

Tapi kini, kenyataan berbicara lain. Hidup di dunia dewasa bukanlah seperti apa yang kubayangkan, benar-benar tidak semudah itu. "Bagai sebuah jebakan hidup di dunia," pikirku. Hidup ternyata tak seperti yang aku duga.

Kegelisahan dari harapan-harapanku yang dulu terasa begitu nyata. Aku merasa berbagai mimpi yang pernah aku tulis, kini hanya menjadi angan-angan saja. Menjadi dewasa di dunia ini ternyata penuh dengan batasan yang tak terduga.

Tak terasa lampu lalu lintas sudah berganti warna hampir 4 kali. Aku menarik napas panjang sejenak, mencoba menenangkan diri menerima kenyataan, bahwa perjalanan hidup memang tak selalu seperti yang kita inginkan. Huft!

Ketika aku sudah mulai berjalan lagi dengan motorku, tiba-tiba aku tertawa pahit, saat mengingat bagaimana dulu aku begitu yakin akan masa depan. Sungguh, aku merasa ini sangat konyol. Tetapi, di jalanan ini, terbesit di benakku, aku hanyalah satu dari sekian banyak orang yang berjuang untuk bertahan. Kehidupan harus terus berlanjut, namun tak jarang terasa seperti beban yang semakin hari semakin berat.

Di sekeliling jalan, aku melihat orang-orang bergegas, seperti dikejar waktu. Mereka terlihat sepertiku, mungkin juga sedang menjalani hidup yang tak sesuai dengan rencana. Setidaknya aku tidak sendirian di situasi hidup seperti ini. Haha... lagi-lagi aku tertawa pahit.

Aku mulai tancap gas motorku sambil sesekali menarik napas panjang lagi. Kali ini aku merasa sedikit lebih tenang. Dengan mencoba menerima kenyataan bahwa hidup adalah perjalanan yang tak pernah bisa sepenuhnya kita kendalikan.


- Bagian 3

Bertahan Demi Impian


Terik mulai datang, hari sudah beranjak siang. Setelah menyelesaikan pekerjaanku, aku kembali pulang ke rumah. Dan seperti biasanya, aku langsung menuju kamar dan menyalakan komputer untuk menyelesaikan pekerjaanku yang lain.

Di ruangan kecil ini, hampir dari 80% waktuku dalam sehari sering ku habiskan di sini. Sebagai tempatku merenung, mengais rejeki, menghibur diri, bahkan menjadi saksi bisu ketika aku menangis di malam hari.

Hi Aku! - feryefend

"Hi aku!" ucapku dalam hati, kali ini dengan nada lirih yang lebih lelah. Dulu aku tak pernah membayangkan akan selalu duduk di sini, menatap layar sepanjang hari, menjalani rutinitas yang sama berulang-ulang. Dulu, aku pernah berpikir kalau dewasa adalah petualangan. Nyatanya, kebanyakan waktu habis hanya untuk bekerja, mencari nafkah, dan memenuhi berbagai tanggung jawab.

Namun, meski terasa melelahkan, ada secercah harapan yang membuatku tetap bertahan. Hidup memang tak mudah, tetapi itu bukan menjadi alasan yang berarti harus menyerah. Di balik semua kelelahan dan keberantakan ini, aku masih percaya, ada sesuatu yang menantiku di depan sana, sebuah akhir yang indah.

Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan pikiran. Meskipun tak sesuai rencana, hidup ini tetap layak untuk dijalani. Setidaknya, aku bisa belajar cara bertahan dari berbagai penderitaan hidup yang seringkali tiba-tiba datang.

"Lelah, tapi jangan menyerah," kataku pada diriku sendiri. Perjalanan ini belum berakhir. Yang pasti, aku hanya perlu terus melangkah, meskipun itu hanya satu langkah kecil.

Sesekali aku mengingat impianku di masa dulu. Sudah banyak hal yang ku korbankan untuk menuju ke sana. Meskipun rencana itu masih setengah jalan, aku benar-benar yakin, pasti ada secercah cahaya yang memanduku menyelesaikan susunan rencana itu. Aku yakin!


- Bagian 4

Senja di Tepi Pantai


Sore itu, aku duduk sendirian di tepi pantai, memandangi matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat. Langit berwarna oranye keemasan, angin laut berhembus lembut, membawa serta aroma asin yang khas. Di momen seperti ini, aku merasa damai, sejenak terlepas dari beban hidup yang selama ini menekan.

Hi Aku! - feryefend

Aku teringat lagi pada lagu yang kutulis, **Hi Aku**, dan bagaimana lagu itu menggambarkan perjalanan hidupku. Perjalanan karir, asmara, dan segala hal di antaranya yang tak selalu berjalan sesuai rencana. Ada banyak hal yang tak terduga, banyak momen di mana aku merasa patah hati, kecewa, dan hampir menyerah.

Namun di saat-saat seperti ini, aku sadar bahwa hidup tidaklah sempurna, dan mungkin memang tak seharusnya begitu. "Sudah tak apa-apa, tetaplah berdoa," begitu kata-kata dalam laguku. Doa menjadi cara untukku menemukan ketenangan di tengah gelombang kehidupan yang kadang begitu ganas. Di tepi pantai ini, aku menemukan kembali harapan, bahwa meskipun hidup penuh tantangan, aku masih bisa bertahan.

Aku menatap langit yang perlahan berubah menjadi kelam. Ada sesuatu yang indah dalam perpisahan hari ini, seolah senja ini memberitahuku bahwa setiap akhir membawa awal yang baru. "Percayalah, semua akan jadi lebih indah," kataku pada diriku sendiri, sambil tersenyum kecil.


- Bagian 5

Masa Depan yang Masih Berjalan


Hari ini, aku kembali menatap album foto tua itu. Kali ini, aku tidak lagi merasa sedih. Alih-alih, ada perasaan syukur yang perlahan tumbuh di dalam diriku. Setiap kenangan masa kecil yang kusimpan di sini adalah bagian dari diriku yang membuatku menjadi siapa aku sekarang.

"Hi, aku," kataku dengan suara lembut, berbicara kepada diriku yang dulu. Mungkin hidup tak berjalan sesuai rencana, mungkin banyak hal yang tak sesuai dengan impian masa kecilku, tapi itu semua adalah bagian dari perjalanan. Aku belajar bahwa meskipun hidup penuh tantangan, aku masih bisa menemukan kebahagiaan dalam setiap langkah yang kuambil.

Hi Aku! - feryefend

Hari ini, aku kembali menatap album foto tua itu. Kali ini, aku tidak lagi merasa sedih. Alih-alih, ada perasaan syukur yang perlahan tumbuh di dalam diriku. Setiap kenangan masa kecil yang kusimpan di sini adalah bagian dari diriku yang membuatku menjadi siapa aku sekarang.

"Hi, aku," kataku dengan suara lembut, berbicara kepada diriku yang dulu. Mungkin hidup tak berjalan sesuai rencana, mungkin banyak hal yang tak sesuai dengan impian masa kecilku, tapi itu semua adalah bagian dari perjalanan. Aku belajar bahwa meskipun hidup penuh tantangan, aku masih bisa menemukan kebahagiaan dalam setiap langkah yang kuambil.

Aku menarik napas panjang dan menatap keluar jendela. Langit biru terbentang luas, memberikan harapan baru untuk hari esok. Hidup ini memang tak sempurna, tapi itu justru yang membuatnya indah. Setiap luka, setiap kegagalan, adalah bagian dari perjalanan yang membentuk diriku.

"Terima kasih," bisikku pada diriku sendiri. Terima kasih karena telah bertahan, karena tak menyerah meskipun hidup terasa berat. Hi, aku yang dulu, terima kasih karena telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ini. Dan kini, aku siap melanjutkan hidup, dengan senyuman yang baru, meskipun mungkin tak secerah dulu.


Cerita ini adalah sebuah refleksi perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan dan liku-liku. Melalui lima bagian yang berbeda, cerita ini menggambarkan bagaimana seseorang tumbuh dewasa, menghadapi kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan, tetapi tetap bertahan dan menemukan kekuatan dalam proses tersebut. Lirik lagu **Hi Aku** menjadi pengingat akan masa kecil yang penuh harapan, sekaligus penegasan bahwa meskipun hidup tak sempurna, selalu ada harapan di setiap langkah yang diambil.

Lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

📍 Hi! Tinggalkan jejak komentar relevan yuk!
Link aktif akan otomatis dihapus!

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *